Connect with us

Success

Dahsyatnya Istighfar

Dahsyatnya Istighfar

(Khutbah Jum’at 9/1/1437 H – 23/10/2015)Oleh Asy-Syaikh Ali Al-Hudzaifi

Segala puji bagi Allah yang Maha Pengasih beserta Maha Penyayang, yg Maha mendeteksi dengan maha bijaksana, pemberi kemampuan yg dominan. Aku memuja Robbku lalu awak bersyukur kepadaNya dan beta bertaubat kepadaNya lalu beristighfar kepadaNya. Dan kami bersaksi sebenarnya tak terdapat sesembahan yg berhak disembah melainkan Allah semata kagak sekutu bagiNya –Pemilik ‘Arsy yang mulia-. Dan beta bersaksi bahwasanya Nabi kita beserta pemimpin saya Muhammad merupakan hamba bersama RasulNya, pemilik akhlak yg gemilang. Ya Allah curahkanlah shalawat dengan salam pada hambaMu dan rasulMu Muhammad, dan kepada keluarganya dan para sahabatnya yang artinya para da’i yang mendapatkan kompas menujuk pada teknik yang tegak.

Amma ba’du, maka bertakwalah kepada Allah bersama melancarkan apa pun yg diridoi sang Allah dengan meninggalkan apa yg diharamkanNya agar kalian meraih keridoanNya bersama kelezatan surgaNya, dan kalian selamat bermula kemurkaanNya bersama siksaanNya.

Kaum muslimin sekaligus, sesungguhnya Robb saya yang Maha mulia telah memperbanyak pintu-pintu kebaikan bersama jalan-metodebersedekah sholeh seperti pola kemampuan, kasih cinta, kedermawanan, lagi kebaikan Allah yg maha tangguh dengan mulia. Agar seorang muslim diterima ke pintu kebaikan mana melulu beserta melewati gaya aturan mana melulu sehingga Allah membereskan denyut dunianya, beserta mengangkat derajatnya pada akhirat. Maka Allah akan memuliakannya lagi denyut yg bagus beserta cukup keguyuban, dengan meraih kenikmatan yg kuat dan keridhoan Robbnya sehabis kematiannya. Allah berfirman :
US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Maka berkompetisi-lombalah (berbobot cipta) kebaikan. Di mana saja engkau mampu niscaya Allah mau menghimpun engkau sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa bersama-sama semua entitas (QS Al-Baqoroh : 148)

Dan Allah berfirman dekat-dekat para Nabi –’alaihis sejahtera- yg ialah teladaninsan

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

Sesungguhnya mereka yaitu perseorangan-perseorangan yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) aktivitas-pekerjaan yg cantik lalu mereka berdoa pada Kami lagi harap lagi gelisah. Dan mereka adalah badan-sendiri yang khusyu´ pada Kami (QS Al-Anbiyaa : 90)

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengungkapkan pada Mu’adz radhiallahu ‘anhu :

“Maukah kami tunjukan kepadamu pintu-pintu bajik?, puasa ialah perisai, dan sokongan memadamkan maksiat sebagaimana cairan meredakan bara,  lalu sholatnya seorang pada antara petang, selanjutnya Nabi mengatakan firman Allah :

تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (16) فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Lambung mereka jauh berawal ruang tidurnya beserta mereka berkelanjutan berdoa kepada Rabbnya beserta cukup tanggap sakit hati dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa penghasilan yang Kami berikan. Tak seorangpun mendeteksi beragam nikmat yg menanti, yg keren dipandang seumpama sahutan jatah mereka, bersama apa yang mereka buat (QS As-Sajdah 16-17)

Kemudian Nabi mengungkapkan ; “Maukah beta beri kepadamu hampiran jiwa kepercayaanini dan tiangnya serta puncaknya?”

Aku (Muadz) mengatakan : “Tentu duhai Rasulullah”

Nabi mengungkapkan, “Kepala kepercayaanyaitu Islam, dan tiangnya yakni sholat, dan puncaknya ialah jihad di metode Allah” (HR At-Tirmidzi lagi dishahihkan olehnya)

Diantara pintu-pintu amal beserta gaya-teknik kepatuhan serta sebab-karena penghapus syirik-syirik yakni beristighfar. Dan istighfar yaitu sunnahnya para nabi beserta rasul ‘alaihimus sakinah. Allah berfirman dekat-dekat dua nenek moyang insan :

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Keduanya menyampaikan: “Ya Tuhan awak, kami sudah pernah menyiksa diri beta badan, lalu sekiranya Engkau bukan memaafkan kami dengan membantu empat pada awak, niscaya pastilah beta terkandung perseorangan-pribadi yang merugi (QS Al-A’rof : 23)

Dan Allah berfirman dekat-dekat Nuh ‘alaihis nyaman :

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

Ya Tuhanku! Ampunilah aku, bunda bapakku, diri yg terkabul ke rumahku dan beriman lalu semua diri yg beragama pria dan gadis. (Qs Nuuh : 28)

Allah azza wa jalla berfirman dekat-dekat Al-Kholil (Ibrahim a.s) :

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Ya Tuhan awak, distribusikan ampunlah beta lagi ke 2 bunda bapaku lagi sekalian perseorangan-perseorangan mukmin dalam hari terjadinya hisab (hari rusak binasa)” (Qs Ibrahim : 41)

Allah berfirman tentang Musa a.s :

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِأَخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Musa berdoa: “Ya Tuhanku, ampunilah beta bersama saudaraku bersama masukkanlah kami ke berarti (maksud) belas kasihan Engkau, bersama Engkau merupakan Maha Penyayang di jarak para pecinta” (QS Al-A’raf : 151)

وَظَنَّ دَاوُودُ أَنَّمَا فَتَنَّاهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ

Dan Daud mendeteksi maka Kami mengujinya; dan sampai-sampai beliau mempersilakan ampun kepada Tuhannya kemudian meniarap sujud dan bertaubat (QS Shaad : 24)

Allah berfirman seraya memerintahkan NabiNya shallallahu ‘alaihi wasallam:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

Maka ketahuilah, bahwa bahwasanya tidak terdapat Ilah (sesembahan, ilahi) selain Allah beserta mohonlah ampunan untuk dosamu dan jatah (maksiat) diri-diri mukmin, pria dengan perempuan. (Qs Muhammad : 19)

Diantara arah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan meluap beristighfar padahal Allah sudah pernah mengampunidia kesalahan sira yang telah lantas maupun yg lalu. Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma dia menyampaikan :

كُنَّا نَعُدُّ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَجْلِسِ الْوَاحِدِ مِائَةَ مَرَّةٍ “رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ تَوَّابُ رَحِيْمٌ”

“Kami menghitung dalam satu badan seratus sungai Rasulullah berucap : “Ya Allah ampuni beta dengan terimalah taubatku, sebetulnya Engkau Maha pemeroleh taubat beserta maha penyayang” (HR Abu Dawud lalu At-Thirmidzi, lagi beliau mengatakan : Hadits hasan shahih).

Dan mulai Aisyah r.a dia mengungkapkan :

“Rasulullah pagi buta meninggalnya melimpah mengucapkan :

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ أَسْتَغِفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

(Aku mensucikan Allah bersama memujiNya, Aku beristighfar kepadaNya beserta bertaubat kepadaNya) (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Dan pada, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata : Aku bukan pernahseorangpun yg lebih meluap berawal dalam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berarti (maksud) mengucapkan :

أَسْتَغِفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Aku beristighfar kepadaNya lalu bertaubat kepadaNya (HR An-Nasaai).

Dan Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam sehabis salam mulai sholat sira menyampaikan “Astaghfirullah” (Aku memohon ampunan Allah) beberapa 3 kali” (HR Muslim pada, Tsauban r.a), lalu selepas itu Nabi mengucapkan dzikir yg disyari’atkan selepas sholat.

Istighfar yaitu kultur sendiri-sendiri shalih lalu dedikasi perseorangan-perseorangan baik yang bertakwa, serta artinya syi’ar kontingen mukminin. Allah berfirman dekat-dekat mereka :

الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (16) الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ