Connect with us

Success

Islam Seumpama Rahmat Untuk Seluruh Alun-alun – Salafy.or.id

Islam Seumpama Rahmat Untuk Seluruh Alun-alun – Salafy.or.id

Kalimat “kerajaan Islam” sudah menjadi momok yg seram, terpilih mulai dipaksakannya penerapan riwayat yg mendiskreditkan Islam dan propaganda Islam. Digambarkan bagaimana seramnya aturan Islam andaikata diterapkan, dengan jalan apa sadisnya hukum rajam dengan potong tangan lalu seterusnya.

Ditambah beserta lalu kampanye-gerakan bid’ah yg berjihad tanpa ilmu, yang menambah rusaknya grafik Islam pada mata kebanyakan. Yang akibatnya orang kebanyakan bersama non-Islam menduga aksi jihad identik dengan terorisme, pencopetan, perampasan, beserta berikutnya.

Akhirnya Islampobia menyebar di rakyat, lebih-lebih orang-perseorangan yang berstatus Muslim pun kecil hati jikalau aturan Islam diterapkan pada Indonesia Raya ini. Padahal kalau mereka mau memeriksa Islam bermula sumbernya yg absah berawal Qur’an bersama Sunnah, beserta pemahaman generasi-generasi juara yang dipuji Allah beserta Rasul-Nya, maka mereka hendak dapati Islam artinya patos bersama iba nafsu jatah semua alun-alun.

Allah ciptakan syariat ini lalu Allah utus Rasul-Nya adalah sebagai bukti kurnia nafsu-Nnya pada seluruh manusia. Allah berfirman: “Tidaklah Kami menugasi engkau kecuali seperti empat bagi seluruh daerah.” (Al-Anbiya: 107)
US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US
Ibnu Abbas radliyallahu `anhu mengungkapkan hampiran butir ini: “Siapa yg berkepercayaan pada Allah lalu hari akhir, maka Allah tuliskan baginya empat pada jagat bersama akhirat. Adapun sendiri yang tidak berakidah kepada Allah dengan Rasul-Nya, maka mereka meski mendapat rahmat dan datangnya Rasul artinya kepuasan pada, adzab

di bumi, semacam ditenggelamkannya ke berisi bumi atau dihujani beserta baterai.” (Tafsir Ibnu Katsir 3/222)

Oleh karena itu saat malaikat Jibril bertandang pada Nabi shallallahu `alaihi wa sallam batin (hati) iklim ia terabaikan mulai kaumnya, dilempari dan batu di Thaif hingga berdarah kakinya, bersandar di luar kota tanpa bendu, bermunajat kepada Allah. Malaikat itu mengatakan: “Aku diutus Allah bagi mentaati instruksi-Mu. Bila kau mengimpikan supaya aku menimpakan gunung ini kepada mereka beta hendak laksanakan.” Maka Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: “Ya Allah, berilah hidayah pada mereka lantaran sebenarnya mereka belum mengetahui.” Melihat Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam berdoa bagaikan itu, Jibril berkata: “Maha betul Allah yang menamakanmu ra’ufur rahim.” (toleh Nurul Yaqin bagian. 56)

Inilah informasi iba nafsu dia kepada seluruh manusia. Bila beliau diberi pilihan permintaan yg maqbul tentang kaumnya apakah dilaknat dan diadzab ataukah diberi hidayah, wajib dia menentukan berdoa agar Allah memberikan hidayah.

Pernah suatu hari dia didatangi sang Thufail Ad-Dausi. Dia mengatakan: “Wahai Rasulullah, sebenarnya kabilah Daus menentang dengan menolak khotbah ini. Maka doakanlah biar Allah menghancurkan mereka.” Maka Rasulullah walau menemui kakbah dengan adopsi ke 2 tangannya. Para shahabat yg ada pada situ berucap: “Binasalah Daus!” Ternyata Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam mengucapkan permohoan: “Ya Allah, berilah hidayah dalam ceker Daus dan bawalah mereka kemari” (sira mengucapkannya tiga batang air). (HR. Bukhari dengan Muslim).Doa beliau ternyata maqbul. Suku Daus datang beramai-ramai pada Nabiterkabul Islam.Demikian juga diriwayatkan berawal Muslim dengan sanadnya kepada Abu Hurairah radliyallahu `anhu maka dia menyampaikan: Pernah dikatakan kepada Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, doakanlah kebobrokanmusyrikin.” Maka Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam tangkis:“Aku tak diutus sebagai tukang terkutuk, tapi kami diutus sebagai empat.” (HR. Muslim).

Dalam cerita lain Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: “Hanya sama sekali kami diutus seumpama empat yang diberikan.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3 / 222).Maka Islam artinya kepercayaancinta cinta, dibawa oleh seseorang pecinta pada, Allah yang Maha Pengasih bersama Maha Penyayang.

Negara Islam Mengapa Takut?Kalau seperti itu sebenarnya kok saya harus kecil hati terhadap keluarnya pemerintahan Islam, pemerintahan yg melindungi rakyat dunia lagi memengaruhi kerabat pada kemakmuran yg hakiki, yg memberi kesempatan pada warganon Islammenjalani agamanya sembari melihat menghaluskan syariat Islam akibatnya suatu detak mereka bakal terkabul Islam tanpa paksaan. Dan ini berarti patos yang lebih sempurna bersama jatah mereka.

Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam melarang kafilah Muslimin jatah kotor badan-sendiri non-Islam yg bertempat tinggal seperti kafir dzimmni. Yaitu diri kafir yang terkandung warga negara Islam yang dilindungi selagi mereka mentaati peraturan-peraturan pemerintahan dan membayar jizyah (ibarat upeti atau cukai). Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah tak mengijinkan kalian untuk diterima ke rumah pribadi-perseorangan pakar gelar kitabkecuali lalu seijin mereka, tak boleh memukul mereka lagi memungut akibat-buahan mereka mumpung mereka menaruh pada kalian kewajiban mereka.” (HR. Abu Dawud).

Demikianlah golongan negara non-Islam diberikan milik-haknya dan dijaga hartanya, bukan boleh dirampas hartanya atau dibunuh jiwanya lagi dhalim semasa mereka mentaati norma-tata tertib pihak berkuasa Islam, kendatipun kita sama-mirip mengerti bahwa kedudukan mereka lebih pendek pada, rombongan Muslimin, sebagaimana omongan Umar bin Khattab radliyallahu `anhu: “Rendahkanlah mereka akan tetapi jangan dhalimi mereka.” (Fatawa 28 / 653)

Demikian pula diri-diri non-Muslim yg tak golongan negara namun terbalut pesan nyaman. Seperti para imigran mulai negara asing yg bukan berarti (maksud) keadaan berperang (dan Muslim) maupun berbobot kata lain terkebat pesan rukun. Maka saya bukan boleh mengganggu, lebih-lebih mematikan mereka semasa mereka ikut-ikutan peraturan-aturan pemerintahan Islam. Demikian juga duta-duta aneh yg tinggal pada negeri Islam. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam meneror badan-badan yang menyampah atau mendhalimi mereka. Mereka ini distilahkan dan kafir mu’ahhad (adalah tersarung peninggalan):

“Ketahuilah barang siapa mendhalimi seorang mu’ahad; maupun memangkas kepunyaan-haknya; maupun membebaninya pada luar kemampuannya; maupun mengambil sesuatu daripadanya tanpa keridlaannya. Maka kami hendak menjadi penentangnya dalam hari rusak binasa.” (HR. Abu Dawud dan Baihaqi. Lihat Ash-Shahihah sang Syaikh Al-Albani 1 / 807).

Apalagimenjerat seorang mu`ahad, Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam lebih keras dan mengancamnya: “Barangsiapa membunuh seseorang mu’ahad, maka beliau bukan hendak mencium bau nirwana, sedang harumnya nirwana didapati bermula jarak 40 musim ekspedisi.” (HR. Bukhari).

Oleh karenanya para delegasi-wakil aneh atau tamu-tamu grogi yg non-Muslim tak desak risi diterima kerajaan Islam dan tak urgen tersakiti berdirinya negeri Islam di globe persada Indonesia ini karena Islam yaitu empat untuk semua manusia.

Bahkan jikalau pendatang non-Muslim itu artinya duta, meskipun perwakilan itu mulai pemerintahan kafir yang padahal berperang dengan kerajaan Islam sekali pun, mereka tidak penting takut karena Islam bersama rahmatnya tak membolehkan menangkap, menahan maupun cekik para delegasi (yg diistilahkan dalam syari’at lalu wufud).

Pernah suatu hari Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam didatangi rangkap diri delegasi mulai Musailamah al-kadzab, seorang nabi bohong yg memprotes Rasulullah. Kemudian Beliau bersabda: “Apakah kalian akan bersaksi maka Muhammad ialah Rasulullah?” Mereka mengatakan: “Kami bersaksi maka Musailamah yakni Rasulullah.” dan sampai-sampai Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam meski bersabda: “Aku berkepercayaan kepada Allah lagi para rasul-Nya! Kalau sama sekali beta membolehkan untukmenjerat seorang utusan tentu mau aku bunuh kalian berdua!”

Bahkan meskipun utusan kafir tadi sehingga terkabul Islam, Rasulullah daim memerintahkannya untuk balik kepada kafilah yg mengutusnya begitu juga diriwayatkan bermula Abu Rafi’ seumpama lalu: Aku diutus sang pribadi-pribadi kafir Quraisy menemui Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam. Ketika kami melihat beliau, masuklah Islam ke dalam hatiku. Maka beta mengatakan pada ia: “Wahai Rasulullah, atas nama Allah kami bukan akan balik kepada mereka saat-lamanya.”

Maka Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya aku bukan hendak melewati amanat lalu tak akan cegah para wakil. Maka kembalilah engkau! Kalau pada dirimu tetap terdapat keimanan seperti kiniini maka kembalilah engkau kemari.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Hibban, Al-Hakim dengan Ahmad. toleh Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah sang Syaikh Al-Albani 6 / 316).

Dalam stori lain dikatakan: “Sesungguhnya awak tak melanggar janji dengan bukan hendak menangkap seseorang wakil.” (HR. Abu Dawud lagi Nasa’i)